Mungkin ini berita usang ya dan gak perlu diperbincangkan lagi, tapi menurutku sedikit menarik, KENAPA?  itu pertanyaan besar.

Begitu ada kabar dari media massa bahwa beredar gambar kartun Nabi Muhammad SAW, umat Muslim ribut (memang sih sudah seharusnya…).  Apalagi belakangan diketahui ada versi lokal Indonesia. Serem ya, agama jadi maenan.  Banyak pihak bereaksi dengan hal ini.

Orang yang suka iseng jelajah dunia maya, mungkin akan sedikit berpikir, kok bisa ya sampe kayak gitu reaksinya.  Kalo ditelusuri lagi, tanya aj deh dengan Google, ketik http://www.google.com, lalu di kolom pencariannya ketik “Cartoon Muhammad” atau query semacamnya, jangan lupa pilih kategori GAMBAR.  Nah, Anda pasti kaget dengan hasilnya.  Ternyata begitu banyak gambar kartun beliau.  MasyaAllah.

Maaf, tulisan ini bukan untuk memprovokasi yang sudah berlalu, tapi dengan adanya tulisan ini saya hanya ingin memberitahukan, bahwa banyak sekali gambar “BELIAU” tersedia dalam garis-garis kartun.  Jadi jangan terlalu cepat bereaksi.  Ini mungkin yang disebut Provokasi.

Boleh jadi, ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab ingin memperkeruh suasan, terutama di Indonesia, atau mungkin inin melihat seberapa besar kekuatan Muslim di seluruh dunia.  Kasus kartun Denmark sudah menjadi pelajaran.  Seluruh umat Muslim di dunia bereaksi keras.  Konspirasi ini dilanjutkan dengan mempersempit kemungkinan, Indonesia dipilih menjadi sasaran.  Alasannya sederhana, Indonesia adalah negara berkembang dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, dengan beragam kemajemukan agama dan budaya.

Saya menjadi teringat dengan satu riwayat.  Dalam riwayat itu diceritakan ada seorang Yahudi tua renta, buta dan cacat, biasanya dia duduk di tengah pasar sambil berteriak-teriak menjelekkan Nabi Muhammad.  Mungkin kita sebagai orang awam jika diperlakukan seperti itu, tak lain adalah NAIK PITAM. Kurang aja nih orang, sedikitnya seperti itu.  Alhamdulillah, manusia pilihan ALLAH ini, dengan kebesaran jiwanya, mendatangi orang tua itu, apa yang dilakukannya? Subhanallah, ternyata dia menyuapi orang tua tadi, padahal si orang tua itu ketika disuapi tetap saja menjelekkan Sang Rasul.  Hal ini dilakukan sampai beliau wafat.  MasyaAllah.

Mungkin kita, sebagai umat Islam dan percaya Al-Quran adalah sebenar-benarnya firman ALLAH SWT…sedikit saja harus diingat….”pada dirimu (Muhammad)-lah suri teladan yang baik…”.  Memang kita bukan Nabi, kita ini manusia biasa yang tak dibekali ketahan mental seperti beliau.  Tapi, sepertinya sedikit bersabar tak ada masalahnya kan?? walau kita tak tau sampai kapan sabar kita akan bertepi.