Budidaya kopi robusta Lampung Barat sebagai etalase kopi nasional ternyata semakin membuktikan kemampuannya dalam pola budidaya menuju green komoditi.  Hal ini terlihat dengan adanya pengakuan berupa sertifikasi 4C (Common Code for the Coffee Community) terhadap 68 Kelompok Tani di Kabupaten Konservasi Kabupaten Lampung Barat dan sertifikasi Utz Kapeh terhadap 36 kelompok tani yang bermitra dalam pemasaran dan pembinaan  dengan PT. Indo Cafco (eksportir kopi).

Hingga saat ini proses sertifikasi Rain Forest sedang dalam tahap penyelesaian terhadap 42 kelompok tani komoditi kopi robusta Lampung Barat. Diharapkan peluang peningkatan nilai tambah bagi petani kopi dengan pola budidaya yang baik(GAP) akan lebih mensejahterahkan dan mampu meningkatkan daya beli petani.  Hal ini membutuhkan dukungan pemerintah secara holistik antar pemangku kepentingan dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Lampung Barat yang masih memiliki 49.506 RTM dan 117 desa tertinggal.

Komitmen ini harus segera diwujudkan dan kita dorong bersama guna mewujudkan Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi baik dengan adanya green belt bagi TNBBS, Integrasi ternak terhadap lahan komoditi kopi, serta pola budidaya berwawasan konservasi dan pola pasca panen yang benar mengacu pada Good Agriculture Practises (GAP). -Laporan Disbun Lambar,- Sumber: http://disbunlambar.wordpress.com

Berita bagus untuk dunia perkopian Lampung. Penasaran, kutelusuri bersama Mbah Google untuk lebih tau apa itu 4C dan siapa PT Indo CafCo. Eh…dan ternyata 4C adalah Asosiasi Global yang secara kolektif melibatkan produsen (petani), pedagang, industri, dan masyarakat untuk turut serta bersama memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk terus meningkatkan dan menjaga kesinambungan produksi kopi. Sampai dengan saat ini sudah 4’500’000 karung kopi yang sudah terverifikasi oleh 4C, untuk lengkapnya coba kunjungi http://www.4c-coffeeassociation.org/

PT Indo CafCo adalah “sister company” dari Ecomtrading. Co. Ltd. yang berkomitmen untuk memajukan perkopian di Lampung.  Dalam berita seperti yang dilansir Lampung Post 8 September 2008, dalam rangka pengembangan agrobisnis bidang perkebunan, khususnya peningkatan mutu, citra, dan harga kopi di Lampung Barat, Dinas Perkebunan setempat akan melaksanakan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan PT Indo CafCo.  Ada 35 kelompok tani yang tergabung di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Utz Kapeh Lampung Barat yang sudah mendapat pembinaan dari Dinas Perkebunan dan PT Indo Cafco dalam rangka peningkatan mutu dan citra produksi kopi. Ke-35 kelompok tani kopi ini telah mendapat pembinaan intensif dari Dinas Perkebunan dan PT Indo Cafco sejak tahun lalu. Artinya sudah dari tahun 2006 kan??….

Ke-35 kelompok tani itu tersebar di Kecamatan Sumberjaya, Gedung Surian, Way Tenong, dan Sekincau. Berdasar pada hasil pembinaan yang telah dilakukan itu, pada tahun ini para petani yang tergabung di KUB Utz Kapeh Lambar itu telah dapat menghasilkan kopi dengan rendemen 90%–94%. Melalui pola kerja sama antara petani dan PT CafCo, produksi kopi atau kopi yang dihasilkan dari petani yang tergabung di KUB tersebut dapat dijual langsung ke PT Cafco TANPA melalui pedagang pengumpul. Salut!! Berapa banyak tuh rantai penjualan yg dipotong??? Kan banyak banget pengumpul yang bermain dalam bisnis kopi, so otomatis keuntungan petani akan maksimal.  Kok bisa ya seperti itu?? apa karena 4C?? well, laen waktu kita cari tahu bagaimana cara kerja 4C, oke?/