Mo sehat?? Minum aj kopi…. Wah kopi gak bagus untuk kesehatan!!!….Duhh pusing mikirinnya, mana yang bener ya??!!??  Dua pendapat itu selalu ada kalau membicarakan apakah kita harus minum kopi.  Memang sih sudah hukum alam (sunnatullah) kalo ada baik pasti ada jelek, ada benar ada salah, ada negatif ada  positif, tinggal bagaimana kita menyikapinya, bener kan??? Hehehhe…… Trus daripada pusing mo minum kopi atau tidak, enaknya kalo kita tau beberapa hal di bawah ini, setidaknya kita bisa berargumentasi kalo ditanya “kok minum kopi?” atau “kok gak minum kopi?”….

1. Dosis Belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang, kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg kafein (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negatif  pada kebanyakan orang sehat (INGAT!!! Orang SEHAT!!!)

2. Sinyal Bahaya Bukan hanya telepon genggam yang punya sinyal booow, ternyata kopi juga punya sinyal heheh…berapa harga pulsanya ya….? Sinyal bahaya (kayak pesawat Adam Air ya..)  itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiaasaan minum kopinya dapat mengalami “kafein withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat kafein dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh INGAT, semua bahan makanan yang kita konsumsi akan memberikan efek tertentu, misalkan: makan nasi, responnya kenyang…. J Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi kafein. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah, tapi ada juga yang cerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi.

4. Kenali Kandungan Kafein Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung kafein sehingga merasakan efek buruk kafein. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan kafein seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.

Cara pengolahan kopi (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan kafein dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg kafein dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg kafein.

Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa kafein) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Hmmm…..kalo untuk yang kurus seperti daku gimana ya…?

5. Coffee Mix Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Kafein juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat (HATI-HATI !!!), sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Banyak yang bilang teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…

6. Kelompok Anti-Kopi Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!

7. Check Up Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut :

Klasifikasi Sistolik (mmHg)   Diastolik (mmHg)
Normal < 120 Dan <80
Pre Hipertensi 120-139 Atau 80-89
Hipertensi stage 1 140-159 Atau 90-99
Hipertensi stage 2 > 160 Atau > 100