Sebenarnya aq gak pengen memposting tulisan ini, soalnya aq udah gak tau darimana tulisan ini kuambil dan ku-ramu jadi satu seperti ini, singkat kata gak jelas asal usulnya-lah.  Tapi mo gimana ya….Kita mulai aj deh

Sentra Penanaman Kopi
Kopi ditanam hampir di setiap negara tropis. Amerika Selatan dan Amerika Tengah merupakan penghasil kopi terbesar. Di bagian bumi sebelah barat, produksi kopi menguasai 2/3 produksi dunia, Brasil menghasilkan hampir 31%. Colombia, Meksiko, Costarika, Ekuador dan Venesuela merupakan penghasil kopi di belahan bumi sebelah Barat. Sedangkan di belahan bumi timur, penghasil kopi adalah India, Indonesia, Vietnam, Angola, Belgia, Kongo, Ethiopia, Afrika Barat, Perancis, Kenya, Madagaskar, Rwanda, Burundi, Tanyaika dan Uganda.
Di Indonesia, berdasarkan data tahun 1993, pasokan produksi terbesar dari Lampung, yaitu mencapai 106.591 ton (21%), sedangkan pemasok kedua terbesar adalah Sumatera Selatan dengan 90.783 ton (18%), dan yang ketiga adalah Sumatera Utara dengan 56.122 (11%).

Jenis Tanaman Kopi
Di dunia perdagangan, dikenal beberapa golongan kopi, tetapi yang sering dibudidayakan hanya kopi Arabika, Robusta dan Liberika. Beberapa varietas/klon yang selama ini dianggap unggul dan dianjurkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan serta BPP antara lain:
Jenis Arabika untuk lahan pada ketinggian 500-700 m dpl dan dibiakkan melalui stek: (1) skala besar: Klon S 795; (2) skala kecil: Klon S 288 dan Klon S 333.
Jenis Arabika untuk lahan pada ketinggian 700-1700 m dpl. dan dibiakkan melalui sambungan atau setek: (1) skala besar: Klon S 795, AB3, AB4; (2) skala kecil: Klon Maesan, 1-D7, S 288, S 333; (3) skala percobaan: Klon USDA 230762, USDA 231001, USDA 230731, USDA 230765, USDA 231006, USDA 206412.
Jenis Robusta yang dibiakkan melalui stek atau sambungan untuk lahan pada ketinggian kurang dari 700 m dpl: (1) skala besar: Klon BP 409, BP 358, SA 237, BP 234, BP 42, BP 288 (khusus ketinggian kurang dari 400 m dpl); (2) skala kecil: Klon SA 12, Rbb BGn 300, Rob Bgn 371, Rob Bgn 372, Mbl 3-04, SA 203, SA 333; (3) skala percobaan: Klon BP 436, BP 534, BP 397, BP 486.
Jenis Robusta hibrida untuk bibit semai: Klon BP 42, klon SA 109, klon Rob Bgn 124-01.

Manfaat Tanaman Kopi
Kopi merupakan salah satu dari bahan minuman yang tidak mengandung alkohol dan disenangi oleh banyak orang.  Ditinjau dari segi medis: dapat merangsang pernapasan, kegiatan perut dan ginjal; membantu asimilasi dan pencernaan makanan; menurunkan sirkulasi darah di otak; menenangkan perasaan mental yang berkepanjangan, badan yang letih dan melapangkan dada; sebagai obat penolong diare; pencegah muntah sesudah operasi.

SYARAT PERTUMBUHAN
a.  Iklim

Angin membantu penyerbukan yang terjadi antara bunga kopi yang berbeda klon atau berbeda jenis. Akan tetapi bila angin kencang dapat merusak tajuk tanaman dan menggugurkan bunga.
Curah hujan minimal untuk pertumbuhan kopi adalah 1000-2000 mm/tahun, sedangkan pola hujan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kopi Arabika dan Robusta adalah rata-rata 2000-3000 mm/tahun.
Menurut lintang tempat, tanaman kopi dapat tumbuh baik pada daerah yang terletak di antara 20 derajat LU dan 20 derajat S.
Tanaman kopi menghendaki sinar matahari yang teratur.
Suhu sangat berkaitan erat dengan ketinggian tempat. Suhu di atas permukaan air laut adalah ± 26 derajat C dan akan turun 0,6 derajat C tiap kenaikan 100 m. Kopi Arabika tumbuh baik pada suhu 10-20 derajat C. Kopi Robusta menghendaki suhu 21-24 derajat C. Kopi Liberika tidak menghendaki suhu tertentu.

b.  Media Tanam
Tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam (± 1,5 m) dan gembur, subur, banyak mengandung humus dan bersifat permeable. Tanah dapat berasal dari abu gunung berapi/cukup mengandung pasir.
Jenis tanah latosol dan vulkanis disukai tanaman kopi. Tanah yang drainasenya jelek, tanah liat berat, dan tanah pasir yang kapasitas mengikat airnya kurang serta kandungan N-nya rendah tidak cocok untuk pertumbuhan kopi.
Tanaman kopi menghendaki tanah yang agak masam, yaitu antara pH 4,5-4,6 untuk kopi Robusta dan 5-6,5 untuk Arabika. Tanah yang lebih asam dapat dinetralisir dengan kapur tohor/pupuk, misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Ca metaphosphat /Ca(PO2).
Tanaman kopi menghendaki kedalaman air tanah sekurang-kurangnya, 3 m dari permukaan tanah. Tanah harus mempunyai drainase dan kemampuan mengikat air yang baik.

c.  Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat berpengaruh terhadap tinggi rendah suhu.
Kopi Arabika: tumbuh pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1700 m dpl. Jika di bawah 1000 m dpl, akan mudah terserang HV. Bila di atas 1700 m dpl, suhunya akan terlalu dingin.
Kopi Robusta: tumbuh baik di dataran rendah hingga 1500 m dpl, tapi yang ekonomis adalah yang tumbuh pada batas ketinggian 800 m dpl.
Kopi Liberika: tumbuh baik pada dataran rendah, di tempat yang miskin dan panas.

About these ads